• spanduk_kepala_01

berita

Kunci untuk Mendorong Ekonomi Sirkuler Perlengkapan Hotel: Pembelian Perlengkapan Berkualitas Tinggi

Dalam pengoperasian hotel, kualitas linen tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan tamu tetapi juga merupakan faktor kunci bagi hotel untuk mempraktikkan ekonomi sirkular dan mencapai transformasi hijau. Dengan perkembanganteknologiSelain itu, linen yang ada tetap nyaman dan tahan lama serta mengoptimalkan tingkat penyusutan, anti-pilling, kekuatan, ketahanan warna, dan indikator kinerja lainnya. Hal ini sangat mendukung kampanye "pengurangan karbon" dan menjadi cara penting dalam ekonomi sirkular linen hotel. Lalu, bagaimana Anda mendefinisikan kualitas linen hotel? Pertama, kita harus memahami karakteristik linen hotel itu sendiri. Kualitas linen hotel terutama tercermin dalam aspek-aspek berikut:

❑ Kepadatan Lusi dan Pakan

Kepadatan lungsin dan pakan merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kualitaslinenGaris lusi mengacu pada garis vertikal dalam tekstil, dan garis pakan adalah garis horizontal. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan jumlah benang per satuan panjang kain dan mengacu pada jumlah total lusi dan pakan dalam satuan luas. Biasanya, satu desimeter persegi atau satu inci persegi adalah satuan luas. Format penulisannya adalah lusi × pakan, misalnya, 110 × 90.

● Perlu dicatat bahwa yang ditandai dalam proses kain adalah kepadatan lusi dan pakan dari kain mentah. Proses pemutihan akan menghasilkan variasi normal sebesar 2-5% pada kepadatan lusi dan pakan kain. Format identifikasi produk jadi adalah T200, T250, T300, dst.

linen hotel

❑ Kekuatan Kain

Kekuatan kain dapat dibagi menjadi kekuatan sobek dan kekuatan tarik. Kekuatan sobek mencerminkan ketahanan bagian yang rusak terhadap pemuaian ketika kain rusak di area kecil. Kekuatan tarik mengacu pada tegangan yang dapat ditahan kain dalam satuan luas. Kekuatan kain terutama berkaitan dengan kualitas benang katun (kekuatan benang tunggal) dan proses pemutihan. Linen berkualitas tinggi membutuhkan kekuatan yang tepat untuk memastikan daya tahan dalam penggunaan sehari-hari.

❑ Berat Kain Per Meter Persegi

Berat kain per meter persegi dapat secara objektif mencerminkan jumlah benang yang digunakan dalam kain, yaitu biayanya. Pada saat yang sama, hal ini dapat mencegah penggunaan benang halus sebagai pengganti benang roving. Metode pengukurannya adalah dengan menggunakan alat pengukur cakram untuk memberi tanda pada kain seluas 100 sentimeter persegi, kemudian menimbangnya dan membandingkan hasil pengujian dengan nilai standar kain tersebut. Misalnya, nilai standar katun 40S T250 pada suhu ruangan adalah 135 g/cm².

❑ Tingkat Penyusutan

Kain linen dari berbagai bahan memiliki tingkat penyusutan yang berbeda. Tingkat penyusutan katun murni umumnya 5% pada arah lusi dan pakan, dan tingkat penyusutan katun poliester umumnya 2,5% pada arah lusi dan pakan. Kain yang telah mengalami penyusutan awal dapat mengurangi tingkat penyusutan secara tepat. Setelah penyusutan awal, tingkat penyusutan benang lusi dan pakan dari katun murni adalah 3,5%. Mengontrol tingkat penyusutan sangat penting untuk stabilitas dimensi dan efek penggunaan jangka panjang kain linen.

❑ Kemiringan Miring

Kemiringan miring dihitung berdasarkan rasio amplitudo kemiringan benang pakan terhadap benang pakan kain, yang terutama memengaruhi efek kerataan produk. Kualitas tinggilinenSebaiknya meminimalkan fenomena kemiringan miring untuk memastikan tampilan yang halus dan indah.

linen hotel

❑ Kehalusan Benang

Serat yang terlalu panjang adalah fenomena di mana terlalu banyak serat pendek menyebabkan serat-serat tersebut memperlihatkan permukaan benang. Berdasarkan panjang seratnya, kapas dapat dibagi menjadi kapas serat panjang (825px), kapas Mesir, kapas Xinjiang, kapas Amerika, dan sebagainya. Terlalu banyak serat yang panjang akan menyebabkan tingkat kerontokan yang tinggi, pengelupasan, dan masalah lainnya, yang berdampak buruk pada kualitas linen dan pengalaman penggunaan.

❑ Warnafketangguhan

Ketahanan warna mengacu pada ketahanan warna tekstil terhadap berbagai pengaruh selama pemrosesan dan penggunaan. Dalam proses penggunaan, tekstil akan terkena cahaya, pencucian, penyetrikaan, keringat, dan pengaruh eksternal lainnya. Akibatnya, tekstil yang akan dicetak dan diwarnai perlu memiliki ketahanan warna yang baik. Ketahanan warna umumnya dibagi menjadi ketahanan terhadap pencucian, ketahanan terhadap pencucian kering, ketahanan terhadap perekat (untuk produk berwarna), dan sebagainya. Linen berkualitas tinggi harus memiliki ketahanan warna yang baik untuk memastikan warna tetap cerah dan tahan lama.

Peralatan CLM

Untuk mempromosikan ekonomi sirkular linen hotel, kuncinya adalah memilih linen berkualitas tinggi. Lebih dari itu, dibutuhkan juga peralatan pencucian yang cerdas dan proses pencucian yang baik. Hal ini dapat memastikan kebersihan dan kerataan linen, mengurangi tingkat kerusakan, dan mencegah handuk menguning, menjadi abu-abu, dan berbau tidak sedap.

Dalam hal ini,Peralatan cuci CLMmerupakan pilihan ideal. Peralatan laundry CLM dapat memberikan solusi berkualitas tinggi dan efisien untuk linen hotel. Dengan linen berkualitas tinggi, hotel terbantu untuk meningkatkan kualitas layanan dan mewujudkan transformasi hijau ekonomi sirkular, berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Mari kita mulai dengan pemilihan linen berkualitas tinggi dan peralatan pencucian canggih untuk bersama-sama membuka masa depan hijau industri perhotelan.


Waktu posting: 26 November 2024